Penyebab Kebotakan Dini

Jenis kebotakan umum seringkali memiliki pola yang mudah ditebak, biasanya pola kebotakan ini terjadi ketika siklus pertumbuhan rambut tak lagi normal. Dalam kasus ini, gejalanya ditunjukkan melalui kerontokan rambut yang perlahan-lahan namun pasti menjadi memburuk secara progresif. Pola kebotakan rambut progresif biasa terjadi pada pria. Pria umumnya menderita pola kebotakan yang bisa dilihat dari mundurnya garis tumbuh rambut dan munculnya titik-titik kebotakan pada kepala. Semakin bertambahnya umur, kemungkinan dan tingkat parahnya kebotakan semakin bertambah.

Salah satu penyebab kebotakan adalah jenis kebotakan genetik atau kebotakan akibat keturunan terjadi karena sensitivitas ditentukan secara genetik untuk efek dihydrotestosteron (DHT) di beberapa daerah kulit kepala. DHT diyakini dapat mempersingkat fase pertumbuhan, atau anagen, fase siklus rambut, dari durasi yang biasa 3-6 tahun menjadi hanya beberapa minggu atau bulan. Ini terjadi bersamaan dengan miniaturisasi folikel dan semakin sedikit rambut yang dihasilkan.

Beberapa gen yang menyebabkan perbedaan usia onset, perkembangan, pola, dan tingkat keparahan rambut rontok pada anggota keluarga diturunkan dari ibu dan ayah. Namun tak sedikit faktor non-genetik mendorong terjadinya kebotakan. Banyak dari kondisi tersebut bersifat sementara dan bisa disembuhkan oleh ahli dermatologi.

Gejala diffuse non-scarring hair loss yang terjadi pada pria umumnya disebabkan oleh penyakit sistemik, seperti tiroid, defisiensi zat besi, dan peradangan kulit. Di sisi lain, patchy scarring hair loss umumnya terjadi karena infeksi bakteri pada rambut, terjadinya penyakit kulit lichen planus dan penyakit autoimun yang menyerang kulit. Sedangkan patchy non-scarring alopecia disebabkan oleh kurap, trichotillomania, traction alopecia dan sifilis.

Leave a comment